Postingan

Akhir Untuk Memulai

Gambar
Jakarta, Juni 2022 Searah aku berjalan menuju kantor, sesuatu yang selalu aku awali dengan penuh semangat, berjalan dengan berfikir sambil mengamati banyak hal yang telah aku lewati. saat itu aku tersadar, bahwa benar kata orang, " aku hanya cukup berbuat baik kepada diriku sendiri, menyemangati diriku sendiri, dan berusaha semaksimal mungkin untuk jadi terbaik versi diriku sendiri". benar, ketika aku telah melakukan yang terbaik dan mulai berdamai dengan diriku sendiri, aku akan bisa memberikan hal positif untuk orang sekitarku. aku tidak perlu menjadi manusia yang diciptakan oleh manusia lain, aku cukup menjadi manusia yang diciptakan untuk menjadi hamba Yang Maha Esa. Pertama kali dalam setiap hari ku, aku membuat keputusan untuk ini, aku benar tidak takut atas keputusanku meninggalkan tempat aku memulai tumbuh hingga aku benar-benar tumbuh sekarang. aku tidak menyesal, aku benar-benar merasa lega, aku tidak menyangka harus pensiun sedini itu di kota yang sudah mendarah da...

Setidaknya

Setelah hasil sidang dan kelulusan ku aku merasa bahwa tanggung jawabku akan semakin besar, semakin aku harus benar-benar mempraktekkan ilmu yang telah aku dapat dibangku kuliah. Semakin aku menghadapi dunia nyata semakin membuatku ragu untuk mampu menghadapinya, semakin besar tanggungjawabku, semakin besar keputusan yang harus benar-benar aku fikirkan dengan matang. Ketika aku mulai benar" tegas dan hampir bodo amat tentang muka memelas, semakin banyak juga orang yg tidak menyukaiku.. Tetapi ini adalah keputusan... Dan disini aku merasa harus benar" hidup

Kataku Waktu itu

Lalu.. Orang yang benar-benar tulus tidak akan pernah menjelaskan detailnya ataupun mengungkit kebaikannya padamu. Dia akan membuatmu tenang dan membiarkanmu memilih untuk benar-benar menyadarinya ataupun sebaliknya. Mengkhawatirkanmu dalam jarak bisa jadi pilihan terbaik tanpa memaksamu untuk tahu, Dan tanpa tindakan aneh untuk membuatmu tahu. Mungkin.. Jika kau memang merasa sudah dewasa dengan versimu, kau akan tahu.. Mundur tanpa memaksa akan lebih baik 06092018 Hatin.

Kokoh

Terkadang kau memang harus merasakan terdampar sendirian, berteriak, menangis, mencari solusi, jatuh dan kemudian bangun lagi. Saat sendiri kau akan merasakan suatu penderitaan yang nyata harus dihadapi dengan tekat dan keputusan yg sangat yakin untuk tetap kuat melanjutkan hidup atau menyerah dg mati sia-sia, selebihnya berdoalah mengaharap keberuntungan dari tuhan yang kau yakini. Hatin. 14092018

Seperti Kebanyakan dari mereka

Aku tidak tau bagaimana cara mengontrol emosiku sendiri Kebanyakan dari mereka bilang aku ini sangat egois, tetapi tanpa sadar kebanyakan dari mereka hanya ingin dimengerti tanpa mau mengerti. Kebanyakan dari mereka hanya melihat sisi tenang, senang dan santaiku saja, dengan membutakan diri melihat sisi payahku Kebanyakan dari mereka hanya pandai mengkritikku tanpa malu bercermin bahwa kebanyakan dari mereka hanya memperlambat pekerjaan yang membuatku harus bekerja lebih payah dan sedikit berbohong bahwa aku ini tidak apa-apa dan selalu bahagia. Seperti yang sudah lepas, tanpa tau usaha dan susahku saat berusaha berdiri sendiri ditanah lahir orang. Kebanyakan dari mereka hanya protes tanpa tau apa yg sebenarnya aku lakukan, menuntut tanpa tau apa yg sedang aku usahakan, berteriak tanpa tau apa yang sedang ingin aku tunjukan, menyakiti tanpa tau apa yg ingin aku jelaskan Kebanyakan dari mereka sesungguhnya lebih egois tetapi tak mau dikata egois, Kebanyakan dari mereka hanya ingin menca...

Yang Tersebut..

I hate you.. 😂 Pernyataan macam apa? Sebuah ungkapan yang seharusnya tak diungkapkan.. Sudah berapa kali kau merasakan kecewa yang seharusnya kau merasa bahagia? Dan sangat bodohnya kau malah merasa biasa aja Manusia macam apa kau? Apa yang sebenarnya ada difikiranmu? Seharusnya dengan terjadinya kesalahan semalam dan tadi pagi kau malah sadar. Tetapi kenapa kau malah seperti orang bodoh? Kau ini pura" bodoh atau memang bodoh? #kenapa kau menyalahkan aku? Padahal aku pun memang sebenarnya merasa biasa saja, bahkan kesalahan semalam dan kejadian tadi pagi aku juga merasa sakit Lalu kenapa kau masih melanjutkannya? Iya.. Sudah jelas dan tak perlu dijelaskan.. Kau memang bodoh. "Saat itu aku tahu siapa yang menghubungimu, sejak saat itu juga aku telah merasa hancur, hingga akhirnya aku merasa biasa saja karena tak ingin merusak momen yang telah lama kau rencanakan untuk bertemu denganku, aku terlalu sering merasakan kecewa yang seharusnya aku merasakan ...

Mungkin Setres

BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang        Aku anak kedua dari tujuh bersaudara, yang sekarang menyandang jadi anak pertama sekaligus tulang punggung keluarga, membantu bapak dan ibu untuk menyelesaikan tanggung jawabnya menyelesaikan adek-adek tuntas sekolah sampai tingkat paling tinggi. keinginan untuk menjadi sebuah kebanggaan keluarga bagiku itu adalah semangat tersendiri untuk aku melanjutkan cita-cita dibalik jatuh bangunnya aku menjalani kehidupan.        Pendidikan bagiku adalah sesuatu yang harus dan wajib aku rasakan, dengan mengabaikan penolakan keluarga untuk aku melanjutkan sekolah hingga aku melanjutkan ke perguruan tinggi, adalah suatu perjuangan yang memang benar-benar tidak mudah bagiku. kata-kata kasar yang hampir setiap hari aku dengar dari pihak keluarga mungkin akan sangat menyakitkan waktu itu bila aku mengingatnya, tetapi tidak menjadi alasan aku untuk menyerah diawal cerita. Sebuah cerita ya...